joomla templates
A+ R A-

Todung Mulya Lubis Raih Penghargaan dari Berkeley

Kamis, 02 Februari 2017 | 13:52 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Pengacara Todung Mulya Lubis mendapatkan penghargaan Elise and Walter A. Haas International Award dari Universitas Berkeley, California, atas aktivitasnya di Indonesia selama ini. Todung dianggap telah banyak berjasa dalam membangun kehidupan yang lebih baik.

"Ini surprise dan agak tak percaya saya mendapatkan penghargaan yang sangat prestigious ini," kata Todung saat dihubungi Tempo, Kamis, 2 Februari 2016.

Elise and Walter A. Haas International Award diberikan Universitas Berkeley pada para alumninya yang dianggap telah membawa perubahan di negarannya. Todung dinilai berjasa memperjuangan hak asasi manuisa (HAM) dan penegakan hukum di Indonesia. Selain itu, Todung dianggap telah banyak bersuara menyerukan pemilihan umum yang bebas dan adil, juga aksi melawan korupsi.

Todung merupakan pendiri divisi hak-hak asasi manusia di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan merupakan salah satu jaksa dalam pengadilan rakyat 1965 atau International People Tribunal(IPT 1965).


Univeristas Berkeley merupakan kampus tempat Todung menyelesaikan studi magisternya di jurusan hukum. Sebelumnya, ia menyelesaikan studinya di Universitas Indonesia.

Selain terkejut dengan penghargaan ini, Todung tersanjung. Ia merupakan orang ketiga yang menerima penghargaan ini. Sebelumnya penghargaan ini diberikan kepada Widjojo Nitisastro (1984) dan Dorodjatun Kuntjoro-Jakti ((2002).

"Dua orang itu kan pejabat, menteri saat mendapat penghargaan itu. Saya ini warga negara biasa yang melaksanakan yang bisa saya lakukan di luar pemerintahan," kata Todung.

Sebelum Todung, di tahun-tahun sebelumnya ada 45 orang penerima penghargaan lain yang dipilih oleh Universitas Berkeley. Berdasarkan surat pemberitahuan itu, Todung akan menerima sejumlah uang tunai beserta medali penghargaan.

Ia pun berencana hadir dalam acara seremoni penyerahan penghargaan di Univeritas Berkeley pada 13 Mei 2017. "Saya InshaAllah akan datang," kata dia.

EGI ADYATAMA


https://m.tempo.co/read/news/2017/02/02/079842249/todung-mulya-lubis-raih-penghargaan-dari-berkeley#menu-left

News & Events

Todung Mulya Lubis: Pengadilan Salah Satu Lembaga Korup di Indonesia

Kamis, 30/03/2017 - 14:24:33 WIB Todung Mulya Lubis JAKARTA-FPC:Praktisi hukum Todung Mulya Lubis masih melihat lembaga peradilan sebagai salah satu lembaga terkorup. Hal itu dikatakan berdasarkan...
Read More ...

Todung Mulya Lubis Raih Penghargaan dari Berkeley

Kamis, 02 Februari 2017 | 13:52 WIB TEMPO.CO, Jakarta - Pengacara Todung Mulya Lubis mendapatkan penghargaan Elise and Walter A. Haas International Award dari Universitas Berkeley, California, atas ...
Read More ...

New Trademark Law: Opportunities, challenges for brand owners

By Aga Nugraha LSM Intellectual Property Practice Group Amid the increasing awareness of the significance of intellectual property (IP) in today’s digital economy, we have seen some promising deve...
Read More ...

Todung: Tokoh Parpol Jadi Hakim MK Bisa Sarat Kepentingan

Senin 30 Jan 2017, 23:05 WIB Todung: Tokoh Parpol Jadi Hakim MK Bisa Sarat Kepentingan Danu Damarjati - detikNews Jakarta - Praktisi hukum Todung Mulya Lubis menilai pengganti Patrialis Akbar di pos...
Read More ...

Ujaran kebencian ancam kebhinekaan

Todung Mulya Lubis: Ujaran kebencian ancam kebhinekaan Februari 27, 2017 fokusmedan : Kasus penebaran kebencian atau hate speech di sosial media tengah marak bahkan menjadi trend di Indonesia. Paka...
Read More ...

Hakim Putuskan SKP2 Novel Baswedan Tidak Sah

Kamis, 31 Maret 2016 Hakim memerintahkan kepada termohon agar menyerahkan berkas perkara Novel Baswedan kepada Pengadilan Negeri Bengkulu dan melanjutkan penuntutan perkara tersebut. Hakim pada gugat...
Read More ...

Kasus Dihentikan, Pengacara Novel: Ini Cara yang Benar

Senin, 22 Pebruari 2016   Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu akhirnya mengeluarkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKPP) atas perkara yang menimpa penyidik KPK Novel Baswedan terkait ...
Read More ...

KPK berjuang keras supaya Novel tidak disidangkan

Senin, 1 Februari 2016 14:52 WIB | 5.092 Views Pewarta: Desca Lidya Natalia Jakarta (ANTARA News) - Kuasa hukum penyidik KPK Novel Baswedan mengaku KPK ingin kasus Novel tidak sampai di persidangan...
Read More ...

Di Balik Tuntutan Rp 56 Miliar Kasus Airbag Honda City

Otosia.com - PT Honda Prospect Motor dikabarkan digugat oleh orang tua dari pengendara Honda City setelah airbag sedan tersebut tidak mengembang kala tabrakan di Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan ...
Read More ...

Tak Bisa Akses Dokumen, Pemegang Saham Gugat Direksi PT Dextam Direksi PT Dextam merasa sudah tidak diurusi oleh pemegang saham.

Senin, 08 Desember 2014 Shimizu Corporation menggugat Direksi dan Dewan Komisaris PT Dextam Contractors atas dugaan perbuatan melawan hukum di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dalam perkara Nom...
Read More ...
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Online Translator